Gen Dari Ortu Nentuin Jodoh Wanita


Usia terus bertambah tapi si gadis kok belum punya pasangan juga ya? Kini peneliti tahu jawabannya. Rahasia daya tarik seorang perempuan ternyata berasal dari gen yang diturunkan orangtua. Jadi buat perempuan yang belum dapat jodoh, mungkin gen yang diturunkan orangtuanya kurang bagus.

Menurut peneliti, gen yang bagus dihasilkan dari perpaduan gen yang bervariasi dari orangtua. Adanya variasi dalam gen akan membentuk sistem imun tubuh yang lebih baik dan menghasilkan pribadi yang lebih kuat dan sehat.
Peneliti dari University of Western Australia menyebutkan bahwa gen yang mempengaruhi sistem imun wanita sangat erat kaitannya dengan kemampuannya mencari pasangan. Studi dilakukan terhadap 150 wanita dengan melakukan tes DNA untuk mengetahui perbedaan gen masing-masing individu.

Hasil tes DNA menunjukkan, semakin bervariasi gen yang dimiliki seorang perempuan semakin besar pula kemungkinannya mendapat pasangan.
Dalam Journal Animal Behavior disebutkan bahwa wanita dengan turunan gen 'beragam' dari orangtuanya lebih mudah dan lebih banyak mendapat pasangan daripada wanita dengan gen 'kurang beragam' dari orangtua.
Seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (19/2/2010), perbedaan gen orangtua ternyata sangat mempengaruhi sistem imun tubuh anak. Semakin jauh perbedaan gen antara ibu dan ayah, semakin sehat seorang anak dan akhirnya menentukan tingkat daya tariknya, terutama untuk anak perempuan.

Beberapa studi sebelumnya pernah menyebutkan bahwa perempuan dengan sistem imun tubuh baik dan sehat lebih disukai pria daripada perempuan yang sakit-sakitan. Pria menilai bahwa perempuan yang sehat dan kuat lebih atraktif daripada perempuan yang lemah.
Berdasarkan hasil studi, perempuan yang memiliki gen bervariasi atau Major Histocompatibility (MHC) dalam tubuhnya adalah tipe perempuan yang lebih disukai pria. Namun studi ini hanya meneliti pengaruh gen orangtua yang beragam terhadap daya tarik perempuan, bukan pria.
Jadi jika hingga saat ini si wanita belum punya pasangan pria, mungkin salah satu penyebabnya karena terlahir dengan gen yang kurang bervariasi. Namun tentu saja banyak faktor lain yang mempengaruhi seperti faktor perilaku, lingkungan dan lainnya.

sumber : www.kaskus.us

0 komentar:

Poskan Komentar